Make your own free website on Tripod.com

 

FAKTOR-FAKTOR YANG MENGUATKAN KESABARAN KETABAHAN DAN KETEGUHAN HATI

 

‘Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk surga, padahal belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang- orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan serta diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan), sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, ‘Bilakah datangnya pertolongan Allah?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu sangat dekat." (Al Baqarah: 214)

 

ika kita mau flashback tentang perjalanan umat Islam, tentu kita akan segera mengetahui bahwa mereka sa-ngatlah sabar, tabah dalam menghadapi gelombang cobaan. Tapi, sebenarnya apa yang membuat mereka dapat tetap tegar? Well…jika temen-temen belum merenungkan-nya, mungkin hal-hal ini dapat menjadi bahan renungan.

  1. Iman kepada Allah
  2. This is the main thing of all, iman kepada Allah semata dan mengetahui-Nya dengan sebenar-benar pengetahu-an, iman yang mantap disertai keteguhan hati bagaikan gunung yang kokoh menancap di bumi. Kesulitan seberat dan sebanyak apapun tak ubahnya seperti riak-riak buih diatas aliran sedikit air yang mencoba menjebol bendung-an yang kokoh.

    "Adapun buih itu akan hilang sehingga sesuatu yang tidak ada harganya. Adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. (Ar Ra’d: 17)

  3. Sosok pemimpin yang bisa menyatukan hati manusia
  4. Nabi Muhamad SAW adalah ‘a Leader and Chief com-mander’ bagi umat Islam, bahkan bagi semua manusia. Belaiu memiliki perawakan badan yang bagus, jiwa yang sempurna, akhlak yang mulia, ciri-ciri yang menawan, si-fat-sifat terhormat yang membuat jiwa manusia tunduk ke-pada beliau. Bahkan musuh beliaupun mengakuinya.

    Pernah suatu kali ada 3 orang Quraisy (Abu Jahal, A-bu Sufyan, dan Al Akhnas bin Syariq) yang sembunyi-sem-bunyi mencuri dengar ayat-ayat Al Qur’an yang dibaca Ra-sulullah, sedemikian hingga yang satu tidak tahu apa yang dilakukan oleh kedua teman lainnya. Sampai-sampai me-reka bertiga ‘tertangkap kering’ (di Arab jarang air -red.)

    Sa’id bin Mu’adz pernah berkata kepada Umay-yah bin Khalaf saat masih di Mekkah. "Aku mendengar Rasul-ullah pernah bersabda, ‘Sesungguhnya orang-orang mus-lim akan menyerangmu’. Dia langsung tercengang kaget dan bersumpah tidak akan keluar Mekkah. Tatkala Abu Ja-hal mengajak pergi sebelum Perang Badar, ia beli unta terbaik yang tercepat larinya di Mekkah, yang memung-kinkan dapat digunakan untuk ‘Free from the Battle Field’.

  5. Rasa Tanggung Jawab
  6. Rasulullah’s comerads menyadari betul tanggung jawab yang besar di pundak manusia, yang tidak mungkin dielakkan dan diselewengkan. Akibat dari penyelewengan tanggung jawab lebih besar dan lebih berbahaya daripada tekanan-tekanan yang mereka rasakan. Karena mereka sadar bahwa kerugian yang kelak mereka alami dan yang dialami umat manusia sulit dilukiskan daripada kesulitan yang harus mereka pikul, bila mereka melarikan diri dari tanggung jawab.

  7. Iman kepada Hari Akhir

Iman inilah yang memperkuat perasaan untuk memi-kul tanggung jawab tersebut. Mereka yakin bahwa kelak mereka akan dibangkitkan kembali, kemudian dihisab dari hal-hal yang paling kecil hingga yang paling besar, dan setelah itu tidak ada yang tahu (kecuali Allah) apakah me-reka akan menuju surga yang penuh nikmat atau neraka yang penuh sengsara. Mereka diliputi rasa takut akan a-dzab Allah dan benar-benar mengharapkan rahmatNya

  1. Al Qur’an

Pada saat-saat genting (Jaman Jahiliyah) turun ayat-ayat Al Qur’an yang memberikan hujjah dan bukti penje-lasan tentang prinsip-prinsip Islam yang menjadi inti dak-wah dengan jelas dan akurat serta memberi petunjuk ke-pada orang-orang muslim tentang dasar-dasar kekuasaan Allah.

  1. Kabar gembira tentang datangnya keberhasilan

"Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi Rasul. (yaitu) Sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan. Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang. Maka berpalinglah kamu (Muhammad) dari mereka sampai suatu ketika. Dan terang-kanlah kepada mereka (akibat kekafiran mereka), maka kelak mereka akan mengetahui(nya). Maka apakah mereka meminta supaya siksa Kami disegerakan? Maka apabila siksaan itu turun di halaman mereka, maka amat buruklah pagi hari yang dialami orang-orang yang diperingatkan itu." (Ash Shaffaat: 171-177)

"Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang."(Al Qamar : 43)

"Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, jika mereka mengetahui." (QS. An Nahl : 41)

Disamping itu semua, Rasulullah selalu menyuapi ro-hani mereka dengan santapan-santapan iman, membersihkan jiwa mereka dengan pengajaran hkmah dan Al Qur’an, men-didik jiwa mereka dengan pendidikan yang detail dan dalam, membawa jiwa mereka ke ruh yang tertinggi, kesucian hati, dan tunduk kepada Allah.

*****

[Iqbal]

 

 

<<  back to ISHLAH