Make your own free website on Tripod.com

 

GAGAS


The Lost Words ?!


Sudah lebih dari 10 bulan berlalu sejak pertama kali Subardi dkk mempunyai sistem pembinaan jamaah yang lain daripada yang lain. Sistem pembinaan jamaah tersebut sekarang kita kenal sebagai KKMMSS. Dan setelah lebih dari 10 bulan berlalu, telah banyak perkembangan yang terjadi dalam KKMMSS. Mulai dari nama, kegiatan maupun jumlah personelnya.

Pada mulanya, KKMMSS adalah kepanjangan dari Kumpul-Kumpul Malam Minggu Sabtu Sore. Namun kemudian muncul protes dari Andi SSS ( atau dari bapaknya ? ),"Wah, nek ming kumpul-kumpul mben malem minggu yo ora guno" ujarnya ( kalo' enggak salah lho -red ). Lalu melalui kesepakatan bersama, kepanjangan KKMMSS diubah menjadi Keluarga Kompak Malam Minggu Sabtu Sore.

Seiring berjalannya waktu, kegiatan KKMMSS berkembang dari forum kumpul-kumpul menjadi forum belajar bareng dengan issue besar : SUKSES UMPTN. Dinamikapun terjadi di dalamnya. Mulai dari nge-drill soal-soal UMPTN ( dengan alokasi waktu 1 menit/soal ) dengan tujuan membangun mental, sampai buat resume, tabulasi, da sheet-sheet soal. Walaupun terjadi dinamika, ada semacam pakem jadwal yang kita pakai. Yaitu belajar yang dilanjutkan dengan tadarus dan diskusi/pengajian.

Lambat laun, KKMMSS yang mulanya hanya 5 orang ikhwan dan 2 orang akhwat berkembang menjadi 10, 15, 20, 40 dan sekarang hampir merangkul seluruh jama'ah SKI angkatan '00. Walaupun demikian, banyak anggapan -anggapan dari muslim/muslimah Padmanaba bahwa dirinya bukan anggota KKMMSS ( members ). Mungkin hal itu terjadi karena mereka menganggap anak-anak yang nggak pernah dateng Malam Minggu / Sabtu Sore / Selasa Siang bukanlah KKMMSS members. Oleh karena itu, agar dapat mengakomodir semua personel, akhirnya sejak 9 bulan 10 hari-nya KKMMSS ( 17 Juni 2000 ), kepanjangan KKMMSS diubah lagi menjadi Keluarga Kompak Muslim Muslimah Shaleh Shalehah ( Insya Allah )

Sempat juga terlintas suatu kekhawatiran bahwa nama ini akan membuat para KKMMSS members menjadi "lari" karena nama tersebut mungkin dirasa menyandang beban yang berat. Apalagi, sejak masih bernama Keluarga Kompak malam Minggu Sabtu Sore, KKMMSS sudah dianggap sebagai kelompok yang eksklusif dan "wah" oleh bebarapa pihak yang belum mengenalnya, baik dari kalangan angkatan ’00 sendiri, kalangan sekolah, dan terutama (sekali) para kakak-kakak KMAP.

Memang untuk memahami dan mengenal KKMMSS secara baik, benar, dan mendalam, kita harus kembali ke awal mula tujuan pembentukan KKMMSS ini. KKMMSS bukan sekedar klik (gank) tanpa pondasi, tetapi merupakan suatu komunitas yang dibangun (insya Allah) atas dasar niat, semangat, dan tekad ukhuwah Islamiyah, dan dilandasi ruh Illahiyah, oleh kebenaran firman-Nya :"Kuntum Khaira Ummah. (QS. Ali Imran: 110). Tujuan KKMMSS sesungguhnya adalah sebagai upaya dakwah dan memback up ekstensi syi’ar Islam di SMU 3 Yogya, serta untuk mempertebal ukhuwah Islamiyah angkatan 2000 pada khususnya.

Karena kondisi umat yang pada saat itu (kelas 3) berada pada masa perjuangan menembus UMPTN, maka hal tersebutlah yang kemudian dipakai oleh KKMMSS senagai nilai jual. Dan alhamdulillah, selama beberapa bulan setelah terbentuknya KKMMSS anggota yang terlibat dan konsisten juga semakin banyak.

Hanya saja, sayangnya kembali kepada ketidak mampuan dan kebodohan para pentholan KKMMSS. Komunikasi yang dijalin kurang lancar, sehingga kelompok ini terkesan ekslusif, radikal, dan anti kemapanan (kayak kelompok Black metal saja). Buktinya, kalangan sekolah, dan bahkan kalangan alumni (KMAP) menganggap KKMMSS sebagai semacam ancaman. Lho, koq bisa?

Yah, memang jika boleh jujur, kegiatan KKMMSS selama ini (memang) terkesan eksklusif. Bagaimana tidak? Lha wong wajah-wajah yang sering tampak itu-itu saja. Paling Cuma Bardi, Gestan, Arkha, dan segelintir lainnya, plus seseorang "pengacau" yang bernama Komo. "Mana yang lain?" Begitu komentar salah seorang komentator (loh). "Ya…, yang lain khan memang baru sering tampak jika pas acara Malam Minggu, Sabtu Sore dan Silaturahmi keliling," Paling cuma itu saja alasan yang bisa kita berikan. Dan sekali lagi, memang salah kita juga mengapa saat kita rihlah, bersilaturahmi keliling, makan-makan, main-main, kumpul-kumpul, dan sebagainya, belum bisa menyertakan berbagai kalangan angkatan ’00. KKMMSS baru bisa meng’emong’ segelintir orang saja yang ajeg datang tiap Malam Minggu maupun Sabtu Sore. Padahal sebetulnya mereka hanya memerlukan sedikit perhatian saja. Paling tidak mereka sudah punya intens terhadap KKMMSS. Dan mereka bahkan diharapkan ikut menjadi pengemong ( atau pamong ) dan penggerak KKMMSS.

Tetapi bagaimana dengan members yang lain? Kegiatan dakwah kita masih kalah jika dibandingkan dengan Liga Calcio, Liga Inggris, dan lain-lain. Padahal, kita sudah memiliki nilai jual yang bisa dikatakan cukup menggiurkan pada masa itu. Sukses UMPTN! Dengan penawaran tersebut, seperti dikatakan di atas, memang para anggota meningkat dengan pesat. Tetapi kembali ke masalah tadi, meskipun tawaran tersebut sudah dikemas sedemikian rupa, ternyata masih kurang juga daya jangkau KKMMSS terhadap seluruh angkatan ’00. Masih banyak yang beranggapan bahwa kegiatan tersebut paling juga cuma diperuntukkan untuk itu-itu saja. Dan yang sudah terjangkau pun, terkadang lebih memilih untuk spend the time at Saturday Night di tempat yang lebih "mengasyikkan" daripada Musholla, seperti mal, bioskop, depan TV (lihat bola), atau malah…….. .

 

 

Intermezzo (renungan):

Dengan jumlah anggota pada asal mula yang terbilang banyak, memang bisa dibanggakan. Tetapi jika kemudian anggota itu satu demi satu teredukasi dan menghilang? Apakah itu namanya "seleksi alam"? Apakah berarti kita yang masih tersisa dari sekian banyak anggota yang hengkang itu bisa disebut hebat? Disebut survive? Jawabnya: TIDAK!!!

Jika hal tersebut sampai terjadi, berarti kita ini adalah ORANG BODOH! Dan apakah benar kita menjadikan Rasulullah sebagai suri tauladan kita? Kalau iya, mengapa yang kita lakukan justru bertentangan dengan yang beliau lakukan? Ingat saudaraku, Rasulullah yang tadinya seorang diri mampu mengajak jutaan ummat ke dalam barisan-Nya, barisan Allah. Seperti juga apa yang dilakukan oleh gerakan Ikhwanul Muslimin dengan pendirinya Hasan Al Banna. Dengan dimulai oleh 6 orang, mereka mampu menarik ratusan ribu pengikut.

Sedangkan kita? Akankah kita yang sudah berbangga diri "hanya" dengan puluhan anggota ini dapat meneruskan perjuangan dakwahnya? Atau malah kita semakin kehilangan anggota, kehilangan peran, dan kehilangan posisi dalam berdakwah? Hanya karena semata-mata tujuan semu kita telah tercapai…perekat awal kita…UMPTN…..??? Wallahu A’lam Bissawab.

 

Yach, paling tidak masih bisa dibilang cukup baiklah kegiatan tersebut (apa nggak menghibur diri, nih?), jika dibandingkan dengan tidak ada sama sekali. Apalagi dengan kegiatan tersebut (juga dengan perekatnya yang berupa issue sukses Umpetan), sudah cukup banyak juga jama’ah Muslim angkatan’00 yang bisa terangkul di dalamnya, dan bisa dikatakan memiliki prestasi yang lebih baik daripada prestasinya SKI masa jabatan ‘99-’00. (Pengakuan resmi ex ketua SKI). Dan memang benar, khan, dengan kegiatan tersebut ilmu dan bekal kita (baik materi, trik jujur sampai curang, persiapan mental, de el el) dalam menghadapi UMPTN. Selain itu, dakwah juga sudah bisa "dipaksakan" untuk masuk. Minimal dengan acara pengajian dan tadarussan yang (dulu) rutin ada tiap sehabis belajar bersama, meskipun kegiatan tersebut akhir-akhir ini sudah amat sangat langka sekali banget. Can we do that again???

Dakwah lewat tulisan juga bisa dilakukan melalui Buletin Ishlah yang hingga kini sudah terbit 4 kali dan juga brainstorming lewat Buletin KKMMSS (sampai kini juga terbit 4 kali). Meskipun demikian, ternyata cara pembagian Buletin tersebut juga dianggap terlalu eksklusif. "Koq yang dibagi itu-itu saja?" Jika boleh membela diri, akan kami katakan jika memang kami kesulitan dalam menangani Buletin tersebut. Baik mulai isinya, cara pembagiannya, dan (terutama) pendanaannya. Jika ditilik cara pembagiannya, memang kami baru bisa melakukannya dengan cara membagikan bulletin tersebut pas ada momen tertentu, seperti rihlah atau pengajian.

Kini, UMPTN sudah kita lalui. Asal tau aja, setelah issue besar Sukses Ujian Masuk Perguruan Tinggi hilang, maka KKMMSS kehilangan sebuah lem perekat antar kita yang paling kuat. Namun itu bukan berarti KKMMSS akan bubar begitu saja.

Ingatkah kalian pada cerpen : a dream of us2. Ya itulah final goal kita ! Sesuai dengan nama kita, kita akan menjadi sebuah jaringan angkatan, sebuah keluarga besar (tapi bukan mafioso-mafioso kaya’ di Itali) KKMMSS sampai ajal memisahkan kita (insya Allah). Sebuah jaringan angkatan yang tak sekedar tempat kumpul-kumpul sambil arisan plus menggosip. Tetapi sebuah jaringan dakwah. Jaringan tempat dimana ayat-ayat Allah diperdengarkan, disebarkan, dipelajari, dan insya Allah ditegakkan.

So... KKMMSS enggak cuma dibuat untuk sukses Ujian Masuk Perguruan Tinggi semata, tapi juga sukses kuliah, bekerja dan berkeluarga ( ??? ). KKMMSS enggak cuma jadi forum kegiatan agama, tapi jugapusat informasi, pendidikan, perekonomian atau mungkin bahakan pusat bisnis ( Siapa tahu Heni mo jualan !! ). Mungkin itu semua kelihatannya enggak masuk akal. Tapi percayalah !! Jika kita semua punya komitmen terhadap apa yang telah kita lalui bersama, kita mampu mewujudkannya ! Paling enggak itu semua bisa dirintis dengan pertemuan-pertemuan rutin bulanan dengan mendatangkan pembicara-pembicara kondang ( e.g. : Pak Anggito Abimanyu, Pak Bambang Sudibyo, Pak Ichlasul Amal, Bu Sri Adiningsih [ Insya Allah kalo’ ada akses dan Allah mengizinkan ].. he..he.. kok orang UGM semua ya ? )

Yach.. pada akhirnya kita cuma bisa berusaha dan berusaha untuk mewujudkan harapan-harapan kita bersama. Semoga kita semua pada lulus UMPTN 2000 ( banyak-banyak berdoa ya... ), KKMMSS-nya jalan terus, KLN ( kalo ini punya’nya yang akhwat ) juga jalan terus dan ... tali persaudaraan kita semua enggak terputus ( asal masih bisa komunikasi aja, Insya Allah enggak ).

 

Jazakumullahi khairan katsira

 

written by LCKL/PTTA crew

( Laskar Canggih Keluarga Langit / Pasukan Tak Terjangkau Akal )

 

<<< Back to Bulletin Page