Make your own free website on Tripod.com

MENGAPA  ALLAH MENURUNKAN AL-QUR’AN?

 

 

 

Al-Qur’an tidak diturunkan Allah sekedar untuk mencari berkah dari membacanya, menhadi hiasan dinding rumah, atau dibacakan kepada orang yang meninggal dunia agar mendapat rahmat dari Allah.

Sesungguhnya Allah menurunkan Al-Qur’an untuk memastikan petunjuk-Nya bagi perjalanan hidup manusia, sehingga kehidupan mereka dapat diatur dengan petunjuk dan agama yang diturunkan-Nya. Dengan cahaya petunjuk-Nya, Allah memberikan petunjuk kepada umat manusia untuk menuju jalan yang lebih lurus, mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya yang terang benderang.

Al-Qur’an tidak diturunkan oleh Allah untuk dibacakan kepada orang-orang yang meninggal dunia, tetapi untuk dijadikan sumber hukum bagi orang-orang yang hidup. Ia tidak diturunkan untuk menjadi hiasan dinding, tetapi untuk menjadi hiasan bagi manusia itu sendiri.

Berkah yang diberikan oleh Al-Qur’an akan muncul ketika kita mengikuti dan mengamalkannya, sebagaimana difirmankan oleh Allah:

“Dan Al-Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertaqwalah agar kamu diberi rahmat.” (Al An’am:155)  

Al-Qur’an itu menunjukkan sendiri berbagai tujuan diturunkannya Al-Qur’an oleh Allah; yaitu diamalkan dalam kehidupan umat manusia. Sebuah penjelasan yang lebih jelas dari fajar yang menyingsing di pagi hari. Misalnya firman Allah:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu…” (AnNIsaa’: 102)

 “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, (Muhammad dan mukjizatnya) dan telah kami turunkan kepadamu cahaya yang terang-benderang (Al Qur’an). Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh (agama)-Nya, niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari pada-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya.” (An Nisaa’: 174-175)

“…Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizing-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang kurus.” (Al Maa’idah: 15-16)  

“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan jangan kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu…” (Al Maa’idah: 48)

“Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah Allah turunkan kepadamu…” (Al Maa’idah:49)

“Sesungguhnya Kami menurunkan Al Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (Yusuf: 2)

“…Ini adalah kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia kepada gelap gulita kepada cahya yang terang-benderang dengan izin Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Terpuji.” (Ibrahim: 1)

“Sesungguhnya Al Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal shaleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar. Dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih.” (Al Israa’: 9-10)

Adalah penting bagi kita agar kita mengamalkan Al Qur’an dan mengikuti petunjuknya dengan baim untuk memahami dengan jelas apa yang dikehendaki oleh Allah dari kita di dalam kitab suci-Nya itu. Dan hal ini sangat bergantung kepada baiknya pemahaman kita terhadap Al Qur’an, kebenaran kita dalam menafsirkan ayat-ayat dan hukum-hukumnya, sehingga kita tidak mengada-adakan suatu perkataan yang tidak dikatakan olehnya, dan tidak memberikan beban yang tidak mampu ditanggung olehnya, menambahkan sesuatu yang tidak ada padanya, mengurangi sesuati\u yang telah ada padanya, atau mengakhirkan sesuatu yang mestinya didahulukan dan mendahulukan sesuatu yang mestinya diakhirkan. Pemahaman yang baik seperti ini memerlukan kaidah dan aturan yang mampu mencegah permainan orang-orang yang tidak benar, penakwilan orang-orang yang bodoh, dan kesalahan yang dilakukan oleh orang-orang yang menyimpang.

 

Cited from Al Qur’an dan As Sunnah:

Referensi tertinggi umat Islam,

By Dr. Yusuf Qardhawi, p 19-20

 

<<<   back to ISHLAH